Monday, March 13, 2006

Rambut Bayi Anda Tipis?

Kesuburan rambut bayi dipengaruhi juga oleh ASI yang diminumnya. Jadi, kalau Anda seorang ibu yang menyusui bayinya, dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi sari kacang hijau atau susu kedelai untuk membantu pertumbuhan rambut bayi Anda.

Cara lain untuk mengusahakan agar rambut si kecil tumbuh lebat, Anda bisa menggosokkan kemiri yang sudah dibakar serta dihaluskan ke kepalanya. Bisa juga dengan menggunakan lidah buaya. Setelah digosokkan, bilas kepalanya dengan air atau seka dengan lap basah. Sebaiknya ketika membilas Anda menggunakan sampo bayi.

Enaknya sih Anda melakukan "ritual" ini ketika si mungil sedang tidur...

Apabila Anda melakukan hal ini dengan rutin, insya Allah rambut si kecil akan tumbuh lebat.
Tapi ingat juga, kulit bayi Anda sangat sensitif. Kalau ternyata terjadi iritasi, maka perawatan di atas sebaiknya Anda hentikan. Balita baru memiliki kulit yang kuat setelah dia berusia 2 tahun.
Oleh sebab itu, hati-hati juga dalam memilih sampo untuk si kecil.


Pastikan Anda memilih sampo yang berkadar alkohol rendah, aromanya lembut, tidak pedih di mata, berwarna bening dan mengandung bahan aktif ringan.

Monday, March 06, 2006

Kiat Memperbanyak ASI...

Agar ASI tetap banyak, berikut yang bisa Anda lakukan:

1. Jangan berhenti menyusui bayi Anda. Bahkan, usahakan untuk terus mengeluarkan ASI, walaupun dengan cara memijat payudara dengan tangan Anda. Sederhananya, semakin ASI dirangsang untuk keluar, maka produksinya pun akan terangsang untuk meningkat.

2. Banyak memakan sayur katuk biasanya juga sangat membantu.

3. Banyak memakan makanan bergizi serta meminum air putih.

Ibu Kena Pilek, Harus Berhenti Menyusui Bayi?

Tidak benar bahwa penyakit flu (batuk, pilek) bisa menular ke bayi Anda melalui ASI. Tetapi, tindakan yang lebih tepat agar bayi Anda tidak ikut-ikutan terkena flu adalah dengan menggunakan masker atau kain untuk menutupi hidung serta mulut Anda.

Hindari pula kontak yang terlalu dekat dengan bayi Anda saat bersin ataupun batuk. Begitu pula, hindari mencium wajah bayi Anda selama terkena flu.

Itu saja...sedangkan mengenai pemberian ASI, terus lanjutkan. Bahkan, kalau Anda berhenti menyusui, bisa-bisa persediaan ASI Anda akan berkurang...

Tuesday, February 28, 2006

Kulit Bayi Anda - Bagaimana Menjaganya Agar Tetap Sehat?

Kulit bayi Anda pada umumnya terlahir dalam keadaan sempurna. Nah, sekarang bagaimana cara merawatnya? Ikuti tips berikut:
  • Lindungi kulit bayi Anda dari deterjen dan sabun yang keras
  • Jaga kulit agar tetap lembab
  • Hindari iritasi yang disebabkan kelembaban berlebihan
  • Kurangi gesekan, terutama dengan berbagai permukaan kasar
  • Lindungi kulit bayi Anda dari sengatan matahari dan angin yang berlebihan

Dengan merawat serta menjaga lapisan luar kulit bayi Anda agar tidak rusak, sama saja dengan membuat pelindung yang kuat untuk melawan berbagai elemen berbahaya dan iritasi.

Ingat-ingat ya!

Friday, February 10, 2006

Memandikan Bayi Anda - Apa Saja yang Anda Perlukan?

Buat Anda yang baru memiliki anak pertama, pasti memandikan bayi menjadi sesuatu yang Anda takutkan. Bukan apa-apa, kalau belum pengalaman, memang tugas ini bisa menjadi momok buat Anda!

Nah pada kesempatan ini saya akan urutkan daftar mengenai apa saja yang sebaiknya Anda siapkan sebelum memandikan si kecil. Mudah-mudahan dengan adanya persiapan ini, Anda menjadi lebih tenang...

  1. Bak mandi berisi air dengan suhu yang pas untuk si bayi. Coba dulu panasnya dengan pergelangan tangan Anda.
  2. Tambahkan beberapa tetes sabun cair ke dalam air yang sudah disiapkan tsb.
  3. Siapkan handuk bersih, besar dan lembut.
  4. Siapkan kain penyeka lembut
  5. Sediakan bola kapas.
  6. Punya shampoo bayi?
  7. Tentu saja sabun cair juga...
  8. Baby oil, atau lotion pelembab, atau minyak telon juga disiapkan.
  9. Siapkan bedak bayi.
  10. Siapkan pakaian bersih dan popok.
  11. Sediakan selimut yang menyerap air.
  12. Sisir atau sikat yang lembut boleh juga disiapkan.
Yap, Anda sekarang sudah siap untuk memandikan bayi Anda!

Tuesday, April 05, 2005

Bayi 11 Bulan Belum Merangkak?

Ada sebuah kasus dimana bayi berumur 11 bulan masih belum bisa merangkak. Paling-paling si bayi cuma merayap di atas perut dan dadanya.

Tapi anehnya, apabila dia ditatah dengan kedua tangannya dipegang, dia bisa melangkah dengan cepat, bahkan langkahnya pun besar-besar..! Si bayi juga bisa berdiri dengan tegap apabila dia berpegangan ke meja atau kursi. Apakah perkembangan seperti ini masih normal-normal saja?

Yap! Si bayi ternyata sudah melewati tahapan merangkaknya dan dia sudah bisa berjalan dengan ditatah atau dituntun pada kedua tangannya. Jadi, permasalahan si bayi berumur 11 bulan tersebut yang belum bisa merangkak kayaknya bukanlah suatu hal yang patut dikhawatirkan...

Monday, April 04, 2005

Bayi Anda Memiliki Sarab? Jangan Pakai Baby Oil!

Apakah tidak lama setelah lahirnya bayi Anda mulai muncul bintik-bintik merah dengan semacam nanah pada tubuhnya? Jangan panik, meminjam istilah yang lazim dalam dunia per-ibuan, itu memang yang namanya sarab dan insya Allah nggak berbahaya kok!

Sebanyak sekitar 30% bayi yang baru lahir memang terkena gangguan kulit ini. Sebabnya sih adalah adanya transfer hormon keibuan sesaat setelah melahirkan.
Biasanya gangguan pada bayi ini muncul dalam 2-3 minggu setelah si bayi lahir. Terkadang ada juga sih yang berlanjut hingga si bayi berumur 4 bahkan 6 bulan.

Pada umumnya gangguan sarab ini nggak perlu perawatan khusus. Bahkan penggunaan Baby Oil atau yang berjenis krim dan jel bisa memperburuk keadaan. Kalau bayi Anda terkena sarab, cukup bersihkan kulitnya dengan sabun bayi yang lembut. Kalau ternyata sarabnya nggak hilang-hilang juga dan bertambah banyak, coba saja konsultasi dengan dokter anak Anda!

Saturday, April 02, 2005

Apakah Diabetes Menurun ke Anak?

Ada artikel menarik yang bisa membantu Anda lebih memahami permasalahan ini. Silahkan Anda baca di Diabetes.org

Pertama sekali, diabetes terbagi menjadi 2, biasa disebut Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2.

Dalam artikel tersebut diterangkan, apabila Anda adalah lelaki dengan penyakit Diabetes Tipe 1, kemungkinan anak Anda juga menderita penyakit yang sama adalah 1:17. Apabila Anda seorang ibu dengan Diabetes Tipe 1 dan melahirkan anak sebelum usia 25 tahun, maka kemungkinan anak Anda tersebut memiliki diabetes adalah 1:25. Sedangkan, kalau Anda melahirkannya setelah usia Anda 25 tahun, maka kemungkinannya menurun menjadi 1:100.

Resiko anak Anda terkena diabetes akan meningkat hingga 2 kali lipat kalau Anda mengidap Diabetes Tipe 1 sebelum berusia 11 tahun. Kalau Anda dan pasangan Anda sama-sama mengidap Diabetes Tipe 1, maka kemungkinan anak Anda juga mengidapnya semakin membesar mulai dari 1:10 hingga 1:4.

Bagaimana dengan Diabetes Tipe 2? Jenis yang satu ini memang memiliki basis genetis yang lebih besar dibandingkan yang Tipe 1. Walaupun begitu, pengaruh yang besar juga datang dari keadaan lingkungan atau adat kebiasaan, seperti pola makan, pola hidup, dll.

Secara umum, apabila Anda menderita Diabetes Tipe 2 sejak berusia di bawah 50 tahun, maka kemungkinan anak Anda juga mengidapnya adalah 1:7. Apabila Anda terdiagnosa dengan penyakit ini di atas usia 50 tahun, maka kemungkinannya sedikit mengecil, yaitu 1:13.

Sebagian ilmuwan menyimpulkan bahwa bahaya menurunnya penyakit ini kepada keturunan akan semakin besar kalau yang mengidapnya adalah sang ibu. Apalagi kalau kedua orang tua mengidap Diabetes Tipe 2, kemungkinan anak mereka juga menderita penyakit ini adalah 1:2.

Ada sebuah eBook gratis berjudul
The Genetic Landscape of Diabetes yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan USA yang bisa membantu Anda lebih memahami kedua jenis diabetes ini.

Saturday, March 26, 2005

Jangan Pakai Baby Sitter!

Kenapa? Tentu saja alasannya adalah perkembangan kecerdasan dan kepribadian bayi Anda!

Coba Anda baca lagi artikel saya sebelum ini. Percayalah, bayi Anda memerlukan senyuman, ciuman, pelukan dan kasih sayang tulus dari Anda yang semuanya ini tidak bisa dia dapatkan hanya dari seorang pembantu atau baby sitter.

Kalau menurut Anda pembantu atau baby sitter yang Anda pekerjakan itu orangnya ramah, baik, sangat senang sama anak kecil dsb...tetap saja kasih sayangnya tidak akan menyamai kasih sayang Anda kepada bayi Anda kan? Kalau nggak setuju, wah mendingan Anda nggak usah melanjutkan membaca artikel ini deh, percuma..!

Apa yang bisa dilakukan oleh pembantu atau baby sitter Anda? Paling-paling dia hanya menyodorkan berbagai macam mainan kepada si bayi, sedangkan perhatiannya entah ke mana. Yang penting si bayi kan nggak rewel...

Ingat, bayi Anda sedang membentuk ribuan bahkan triliunan koneksi dalam otaknya yang akan semakin kuat apabila kejadian yang sama berulang terus menerus. Sudah lihat artikel saya yang sebelum ini?

Bisa dibayangkan apabila bayi Anda lebih banyak menghabiskan waktunya bersama pembantu atau baby sitter...sama saja Anda membiarkan sang pembantu atau baby sitter tersebut memicu sebagian besar (bisa sampai triliunan) dari koneksi otak bayi Anda yang di kemudian hari akan mempengaruhi kecerdasan dan kepribadian bayi Anda!

Pernah melihat anak balita Anda menyanyikan lagu si Inul? Masih bingung dari mana dia mendapatkannya?

Percayalah, tidak ada yang lebih baik bagi si bayi daripada mendapatkan pengasuhan dari Ibunya sendiri...

Thursday, March 24, 2005

Kecerdasan Bayi Anda - Kapan Mulai Terbentuknya?

Tahukah Anda, bayi berusia 3 bulan otaknya telah membentuk koneksi yang jumlahnya kurang lebih 2 kali yang dimiliki oleh orang dewasa? Berapa jumlahnya? Yaaah...sekitar 1000 triliun koneksi lah... Wow!

OK, sebelum saya melanjutkan, mungkin Anda ingin tahu dulu apa sih sebenarnya yang dinamakan koneksi otak itu? Secara sederhana, koneksi otak adalah hubungan antara sel-sel otak dengan sel-sel lainnya dalam tubuh manusia.

Nah, berkaitan dengan bayi, sebuah koneksi akan semakin kuat terbentuk dalam otak bayi apabila kejadian atau pengalaman yang memicu terbentuknya koneksi tersebut semakin sering terjadi.

Coba Anda baca sekali lagi pernyataan di atas!

Sudah? OK, terus apa artinya? Agar lebih mudah dimengerti, mari kita lihat beberapa contoh berikut...

Seorang bayi yang sering diajak berbicara oleh orang-orang di sekelilingnya, nantinya akan memiliki kemampuan berbahasa lebih baik dibandingkan dengan orang yang ketika masih bayi jarang diajak bicara. Bisa dibayangkan, apa jadinya kalau seorang bayi tidak pernah diajak berbicara sama sekali!

Seorang bayi yang sering berinteraksi dengan banyak orang di lingkungannya, insya Allah akan mudah bersosialisasi nantinya ketika dia dewasa. Begitu pula, kasih sayang dan kehangatan yang Anda berikan kepada bayi Anda akan membentuk kepribadian yang positif ketika dia beranjak dewasa.

Ketika Anda mengajak bayi Anda berbicara, sesungguhnya Anda sedang memicu terbentuknya sebuah koneksi dalam otaknya. Semakin sering aktivitas ini Anda lakukan, semakin kuat koneksi yang tercipta. Selanjutnya, bayi Anda akan memiliki kepandaian berbahasa kelak ketika ia dewasa.

Ratusan kejadian atau pengalaman yang dialami oleh bayi Anda akan memicu terbentuknya ratusan koneksi dalam otaknya. Ingat, sekali lagi, semakin sering si bayi mengalami suatu kejadian, semakin kuat koneksi tersebut terbentuk dalam otaknya.

Inilah penjelasan ilmiahnya mengapa bayi dan anak-anak kecil selalu diibaratkan sebagai kertas putih...terserah si orang tua ingin menulis apa di atas kertas itu. Keburukankah atau kebaikan?

Makanya, hati-hati dalam berinteraksi dengan bayi Anda dan jangan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga ini untuk membentuk kepribadian dan kecerdasan bayi Anda sejak dini, bahkan semenjak masih dalam kandungan!

Tahukah Anda, dengan tersenyum kepada bayi Anda ketika dia menangis, berarti Anda telah memicu terbentuknya suatu koneksi otak yang akan berdampak positif pada emosi si bayi?